welcome

Senin, 28 April 2014

Daftar judul lagu Justin Bieber 2013

1. Justin Bieber - You Want Me
2. justin bieber - be alright
3. justin bieber - Passion
4. Justin Bieber - Live My Life
5. justin bieber - Nothing Like Us
6. Justin Bieber- As Long As You Love Me
7. Kayla Jade & Alliee - Die In Your Arm
8. Justin Bieber - So Fly
9. Justin Bieber - Nothing Like U
10. justin bieber - She Refuses To Listen
11. Justin Bieber feat. Bruno Mars - I got Love
12. Justin Bieber - Come to me
13. Justin Bieber - I Would
14. justin bieber - your love
15. Justin Bieber - believe acoustic
16. Justin Bieber - Girlfriend
17. Justin Bieber - Take You (Acoustic).

HAM (hak asasi manusia)

v Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadimanusia secara kodrati  sebagai anugerah dari Tuhan, mencangkup hak hidup, hakkemerdekaan/kebebasan dan hak memiliki sesuatu. Ini berarti bahwa sebagaianugerah dari tuhan kepada makhluknya, hak asasi tidak dapat dipisahkan darieksistensi pribadi manusia itu sendiri. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh suatukekuasaan atau oleh sebab-sebab lainnya, karena jika hal itu terjadi maka manusiakehilangan martabat yang sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan. Hak asasimanusia (HAM) adalah hak-hak yang dipunyai oleh semua orang sesuai dengankondisi yang manusiawi.1 Hak asasi manusia ini selalu dipandang sebagai sesuatuyang mendasar, fundamental dan penting. Oleh karena itu, banyak pendapat yangmengatakan bahwa hak asasi manusia itu adalah “kekuasaan dan keamanan” yangdimiliki oleh setiap individu dan wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungioleh negara hukun, Pemerintahan, dan setiap orang demi kehormatan sertaperlindungan harkat dan martabat manusia.Walau demikian, bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapatdilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asasi orang lain.Memperjuangkan hak sendiri sampai-sampai mengabaikan hak orang lain, inimerupakan tindakan yang tidak manusiawi. Kita wajib menyadari bahwa hak-hakasasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain.                       
v Definisi HAM menurut para ahli, sebagai berikut :
1.      Jan Materson (dari komisi HAM PBB), dalam Teaching Human Rights, United Nations    sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwaHAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.2.     Prof. Dr. Dardji darmodiharjo, SH HAM adalah hak-hak dasar/pokok  yang dibawa  manusia sejak lahir sebagi anugerah   Tuhan Yang Maha Esa.3.     Prof. Mr. Kuntjono Purbo Pranoto     HAM adalah hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dipisahkan hakikiatnya.4.      John LockeHAM adalah hak –hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai sesuatu yang bersifat kodrati.5.      Undang-Undang No. 39 Tahun 1999HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah- Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan dan perlindungan harkat da martabat manusia.

v Macam-Macam HAM menurut Para Ahli1. John Locke, Aristoteles, Montesquieu, J.J Rousseaua.       Hak kemerdekaan atas diri sendirib.      Hak kemerdekaan beragamac.       Hak kemerdekaan berkumpuld.      Hak menyatakan kebebasan warga negara dari pemenjaraan sewenang-wenange.       Hak kemerdekaan pikiran dan pers2. Brierlya.       Hak mempertahankan diri (self preservation)b.      Hak kemerdekaan (independence)c.       Hak persamaan pendapat (equality)d.      Hak untuk dihargai (respect)e.       5.Hak bergaul antara satu dan yang lain (intercousrse)
v Macam-Macam HAM
      HAM menurut bidangnya :Ø  Hak asasi pribadi (personal rights) contoh : kebebasan memeluk agamaØ  Hak Asasi ekonomi (property rights) contoh : hak memiliki sesuatuØ  Hak asasi mendapatkan perlakuan yg sama dalam hukum dan pemerintahan (rights of legal equality)Ø  Hak asasi politik (political rights) contoh : hak untuk memilihØ  Hak asasi sosial dan kebudayaan (social and cultural rights) contoh : hak memperoleh pendidikanØ  Hak untuk mendapat perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan(procedural rights)
      HAM dilihat dari sifatnya :Ø  Hak asasi manusia klasik,hak yg timbul dari keberadaan manusia itu sendiri, contoh : hak hidup, hak beragamaØ  Hak asasi sosial, hak yang berhubungan dengan kebutuhan manusia, contoh : hak memperoleh sesuatu, pendidikan, dll

v Sejarah Perkembangan HAM1. Tahun 2500-1000 SMa.       Perjuangan Nabi Ibrahim melawan kedzaliman Raja Namruds.b.      Nabi Musa memerdekakan bangsa Yahudi dari perbudakan Raja Firaun agar terbebas dari kewenang-wenangan.
2. Tahun 600 SM di Athena (Yunani)telah menyusun UU yang menjamin keadilan bagi setiap warganya. Untuk itu, ia membentuk Hekiaea yaitu Mahkamah Keadilan untuk melindungi orang-orang miskin dan majelis rakyat atau (Eklesia).
3. Tahun 527-322 SMa.       Kaisar Romawi Flavius Anacius Justinianus, menciptakan peraturan hukum modern yang terkodifikasi, yaitu Corpus Luris sebagai jaminan atas keadilan dan HAM.b.      Pada masa kebangkitan, Yunani telah banyak melahirkan filsuf terkenal dengan visi hak asasi seperti Socrates dan Plato sebagai peletak dasar.
4. Tahun 30SM-632 Ma.       Kitab suci injil yang dibawa Nabi Isa Almasih, sebagai peletak dasar etika Kristiani dan ide pokok tingkah laku manusia agar senantiasa hidup dalam cinta kasih terhadap Tuhan atau sesama manusiab.      Kitab suci Al-qur’an yang diturunkan nabi Muhammad SAW, banyak mengajarkan tentang toleransi, berbuat adil, tidak boleh memaksa, bijaksana, dll.
5. Tahun 1215Gerakan rasionalisme dan humanisme di Eropa bergolak secara revolusioner dibidang hukum, hak asasi, dan ketatanegaraan pada abad ke 17-19, dengan ditandai lahirnya Magna Charta di Inggris. Piagam ini berisi pembahasam kekuasaan raja dan HAM. Pelopornya, antara lain John Locke dan Thomas Aquino.
6. Tahun 1679Lahir piagam HAM, yaitu Hobeas Corpus Act, yang isinya jaminan kebebasan warga negara dan mencegah pemenjaraan yang sewenang-wenang terhadap rakyat.
7. Tahun 1689Lahir piagam Bill of Rights di Britania Raya, yaitu berisi UU tentang hak-hak asasi dan kebebasan warga negara.
8. Tahun 1776Declaration of Independence di Amerika, yaitu deklarasi kemerdekaan yang diumumkan secara aklamasi oleh 13 negara bagian.
9. Tahun 1789Lahir piagam Declaration des Droits de L’homme et du Citoyen, yaitu piagam pernyataan HAM dan WN sebagai hasil dari Revolusi Prancis dibawah kepemimpinan  Jenderal Laffayette.
10. Tahun 1918Lahir piagam HAM, yaitu Rightsof Determination. Naskah ini diusulkan oleh Presiden Theodore Woodrow Wilson yang memuat 14 pasa dasar untuk perdamaian yang adil.
11. Tahun 1941Atlantic Charte yang lahir pada saat berkobarnya Perang Dunia II dengan pelopornya F.D. Roosevelt, mengusulkan 4 kebebasan (The Four Freedoms) sebagai penyangga HAM yang paling pokok dan mendasar.
12. Tahun 1948Lahir piagam HAM sedunia atau Universitas Declaration of Human Rights
v Macam-Macam Piagam HAM
ü  Magna Charta(1215) di Inggrisü  Habeas Corpus Act(1679) di Britania Rayaü  Bill of Rights(1689) di Britania Rayaü  Delaration of Independence(1776) di Amerikaü  Declaration des Droits de L’homme et Du Citoyen (1789) di Perancisü  Atlantic Charter (1941) plopornya FD. Rooseveltü  Universal Declaration of Human Rights (1948), yaitu pernyataan sedunia tentang hak asasi manusiaü  Pembukaan UUD 1945, merupakan piagam Hak asasi manusia di Indonesia
v Upaya Pemajuan, Penghormatan, dan Penegakan HAM1.      Sosialisasi HAM untuk menegakan hak asasi manusia.Tujuan yang hendak dicapai dari usaha-usaha ini adalah:Agar manusia respek terhadap HAM dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.2.       Pendidikan HAM dalam rangka internalisasi nilai-nilai, hak asasi manusia perlu dikembangkan dalam kehidupan manusia sejak dini, pada masa sekolah,kampus dan media massa. Sebagai suatu tata nilai,hak asasi manusia untuk bisa dpahami,dihayati,dan diamalkan melalui proses yang panjang.3.      Advokasi HAM adalah dukungan, pembelaan, atau upaya,dan tindakan yang terorganisir dengan menggunakan peralatan demokrasi untuk menegakkan dan melaksanakan hukum dan kebijakan yang dapat menciptakan masyarakat yang adil dan4.      Kelembagaan(Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) bertujuan untuk membantu pengembangan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia dan meningkatkan perlindungan hak asasi manusia guna mendukung terwujudnya pembangunan nasional.5.      Pelaksanaan Budaya(Tradisi Lama) perlu memperhitungkan nilai-nilai adat istiadat,budaya, agama, dan tradisi bangsa dengan tanpa membeda - bedakan suku, ras, agama, dan golongan.

v Tantangan dan Hambatan dalam Penegakkan HAM1. Hambatan dan tantangan utama yang sering ditemukan dalam penegakkan HAM di    Indonesia antara lain:a)      Masalah ketertiban dan keamanan nasional.b)      Rendahnya kesadaran akan hak-hak asasi manusia yang dimiliki orang lain.c)      Terbatasnya perangkat hukum dan perundang-undangan yang ada.2Secara umum,hambatan dan tantangan dalam menegakkan HAM dapat          dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut :1.      Kendala Ideologis dalam menegakkan HAM adalah adanya perbedaan pandangan         antara ideologi sosialis dan ideologi liberalis.a)      Pandangan liberalis mengenai konsepsi hak asasi manusia lebih mengutamakan  penghormatan terhadap hak-hak pribadi,sipil,dan politikb)      Pandangan sosialis lebih menonjolkan peran negara atau peran masyarakat sehingga kepentingan umum harus lebih dikedepankan dari pada kepentingan pribadi dan golongan.2.      Kendala Teknis berupa diratifikasinya berbagai instrumen internasional HAM oleh negara-negara di dunia3.     Kendala Ekonomis ada hubungan antara kondisi ekonomi masyarakat suatu negara yang ekonominya mapan dan penegakkan HAM.
v Macam – macam Pelanggaran HAM      Menurut Richard Falk, Pelanggaran Hak Asasi Manusia1.      Pembunuhan besar – beasaran    ( genosida)2. Rasialisme resmi3. Terorisme resmi berskala besar4. Pemerintahan totaliter5. Penolakan secara sadar untuk memenuhi6. kebutuhan – kebutuhan dasar manusia7. Perusakan kualitas lingkungan8. Kejahatan – kejahatan perang      Menurut UU no.39 tahun 1999 tentang HAM pelanggarab HAM1. Pembunuhan missal secara terencana terhadap suatu etnis tertentu ( genosida )2. Pembunuhan sewenang – wenang atau putusan di luar pengadilan ( arbytary extra   yudical killing)3. Penyiksaan dan penghilangan orang secara paksa4. Perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis ( systematic discrimination )

v Pelaku pelanggaran Hak Asasi Manusia
A.    Setiap orang atau orang perorangB.     Sekelompok orang
  1. Kasus konflik horizontal yang perna terjadi di beberapa daerah ,seperti di ambon ,  poso , kasus sanggauledo , tasikmalaya
  1. Pengeroyokan dan pembakaran terhadap orang yang disangka pencuri hingga  tewas.
C.     Pemerintah atau aparat keamanan
  1. Komandan militer dapat dimintai pertanggungjawaban terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan oleh anak buahnya atau pasukan yang beada dibawah komandonya
  1. Seorang atasan dapat dimintai pertanggungjwaban pidana atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh bawahannya. Hal ini bisa terjadi bilamana atasan mengetahui atau secara sadar mengabaikan informasi yang secara jelas menunjukan bahwa bawahannya melakukan pelanggaran HAM berat , dan tidak mengambil tindakan apa – apa.

v Bentuk – Bentuk  Pelanggran HAM Berat1. Kejahtan genosida , yaitu pembunuhan secara besar – besaran , terencana terhadap  suatu bangsa atau etnis , kelompok agam , dan ras dengan cara :a.       Membunuh anggota kelompokb.      Mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota kelompokc.       Menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang mengakibatkan kemusnahan fisik baik    sebagian atau seluruhnyad.      Memaksakan tindakan – tindakan yang bertujuan mencegah kelahiran di dalam kelompoke.       Memindahkan secara paksa anak – anak dari kelompok tertentu ke kelompok lain
2. Kejahatan terhadap kemanusiaan , yaitu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang ditujukan terhadap penduduk sipil. Kejahatan kemanusiaan dapat berupa :1.      Pembunuhan.2.      Pemusnahan.3.      Perbudakan.4.      Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa5.      Perampasan kemerdakaan fisik lain secara sewenang – wenang yang melanggar hukum internasional.6.      Pemerkosaan , perbudakan , seksual , pelacuran secara paksa , pemaksaan  kehamilan, pemandulan , sterilisasi secara paksa , atau bahkan bentuk – bentuk kekerasan seksual yang lain yang setara.7.      Penyiksaan8.      Penganiyaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan politik , ras , kebangsaan , etnis , budaya , agama , jenis kelamin , atau lasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional.9.      Penghilangan seeorang secara paksa10.  Kejahatan apartheid
v Beberapa Ketentuan tentang Penyelesaian Pelanggaran HAM1.      Ketentuan pidana      Untuk pelanggaran HAM berta seperti genosida atau kejahatan kemanusiaan diberikan ancaman hukuman mati , penjara seumur hidiup , atau pidana panjang paling lama 25 tahun dan paling ringan 10 tahun.      Untuk kejahatan penyiksaan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.2. Konsekuensi dari Peradilan HAM      Para hakim , jaksa , dan pengacara mau tidak mau harus memiliki pengetahuan dalam bidang  HAM.      Para akedemisi di perguruan tinggi LSM atau masyarakat pada umumnya di tuntut pemahamanya tentang HAM3.  Perlindungan saksi      Menurut UU nomor  26 tahun 2000 tentang peradilan HAM , setiap korban dan saksi dalam pelanggaran HAM berat berhak mendapatkan perlindungan fisik atau mental dari segala macam bentuk ancaman , gangguan , teror dan kekerasaan fisik dari pihak manapun juga.4. Penangkapan dan penahanan      Bukti permulaan cukup      Surat tugas      Surat penangkapan serta uraian singkat pelanggaran HAM yang disangkakan kepadanya.5. Tujuan penahan      Agar terdakwa tidak melarikan diri.      Terdakwa tidak merusak atau menghilangkan barang bukti      Agar tidak mengulangi kembali pelanggaran terhadap HAM.                                  6. Wewenang penyelidik      Melakukan penyedelikian dan pemeriksaan      Menerima laporan dan pengaduan.      Melakukan pemanggilan dan meminta keterangan dan meminta keterangan.      Memanggil saksi.7. Peradilan      Setelah penyeledikan selesai , maka berkas dilimpahkan ke pengadilan untuk diadakan penuntutan.      Pengadilan HAM adalah pengadilan khusus di lingkungan peradilan umum . peradilan HAM di daerah kabupaten wilayah kerjanya meliputi seluruh wilayah pengadilan negeri. Pengadilan yang dibentuk berdasarkan UU nomor 26 tahun 2000, mempunyai wewenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran HAM berat termasuk yang dilakukan territorial Negara RI.      Dalam mengadili pelanggaran HAM berat , hakim yang memeriksa berjumlah 5 orang . yang terdiri dari 2 hakim pengadilan HAM dan 3 orang hakim.
v Asas yang dianut Pengadilan HAM menurut UU No.26 Tahun 2000.1.         Hanya mengadili pelanggaran HAM berat.2.         Kejahatan Universal.3.         Genosida dan kejahatan kemanusiaan.4.         Jaksa agung sebagai penyidik dan penuntut umum.5.         Pejabat Ad hoc.6.         Pemeriksaan banding dan kasasi limitatif.7.         Perlindungan korban dan saksi.8.         Dikenai konpensasi, restitusi, dan rehabilitasi korban.9.         Ancaman hukuman diperberat.10.     Tanggung jawab atasan dan komandan.11.     Retroaktif.12.     Tidak ada kadaluwarsa.13.     Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) sebagai penyidik.14.     Kewenangan Ankum ( Atasan yang berhak Menghukum) dan perwira penyerah  perkara tidak ada.
v Konsekuensi Jika Suatu Negara Tidak Menegakan HAM1. Dari Dalam Negeri.      Demo dari warga negaranya untuk mendapatkan perlindungan HAM.      Pemberntakan yang dilakukan rakyat karena merasa tertindas.      Kekacauan dan aksi anarkis akan terjadi di mana- mana.2. Dari Luar Negeri.      Pemberian predikat sebagai negara yang tidak menegakan HAM oleh negara di dunia.      Pengenaan sanksi ekonomi oleh negara internasional ( diembargo).      Desakan dari negara lain untuk menegakan HAM.      Pemerintahan negara tersebut dapat dikucilkan dari pergaulan bangsa-bangsa didunia.      Pemerintah (pelakunya) bisa diajukan ke depan Mahkamah Internasional.



Rabu, 23 April 2014

Rumus Kimia

Ammonia Amonia
NH3 NH3
Carbon dioxide Karbon dioksida
CO2 CO2
Carbon monoxide Karbon monoksida
CO CO
Chlorine Klorin
Cl2 Cl2
Hydrogen chloride Hidrogen klorida
HCl HCl
Hydrogen Hidrogen
H2 H2
Hydrogen sulfide Hidrogen sulfida
H2S H2S
Methane Metana
CH4 CH4
Nitrogen Nitrogen
N2 N2
Nitrogen (II) oxide Nitrogen (II) oksida
NO NO
Oxygen Oksigen
O2 O2
Sulfur dioxide Belerang dioksida
SO2 SO2
Aluminun oxide Aluminun oksida
Al2O3 Al2O3
Barium Sulfate Barium Sulfat
BaSO4 BaSO4
Calcium hydroxide Kalsium hidroksida
Ca(OH)2 Ca (OH) 2
Copper (II) sulfate Tembaga (II) sulfat
CuSO4 CuSO4
Ethane Etana
C2H6 C2H6
Ethene (ethylene) Etena (etilena)
C2H4 C2H4
Ethyne (acetylene) Etuna (asetilena)
C2H2 C2H2
Hydrogen fluoride Hidrogen fluoride
HF HF
Hydrogen iodide Hidrogen iodida
HI HI
Iodine chloride Yodium klorida
ICl ICL
Lead (II) oxide Lead (II) oksida
PbO PbO
Magnesium oxide Magnesium oksida
MgO MgO
Nitrogen (II) oxide Nitrogen (II) oksida
NO NO
Nitrogen (IV) oxide Nitrogen (IV) oksida
NO2 NO2
Potassium chloride Kalium klorida
KCl KCl
Sodium chloride Natrium klorida
NaCl NaCl
Sulfur dioxide Belerang dioksida
SO2 SO2
Water Air
H2O H2O
Aluminum Bromide Aluminium Bromida
AlBr3 AlBr3
Aluminum Carbonate Aluminium Karbonat
Al2(CO3)3 Al2 (CO3) 3
Aluminum Chloride Aluminium Klorida
AlCl3 AlCl3
Aluminum Chromate Aluminium Kromat
Al2(CrO4)3 Al2 (CrO4) 3
Aluminum Hydroxide Aluminium Hidroksida
Al(OH)3 Al (OH) 3
Aluminum Iodide Aluminium iodida
AlI3 AlI3
Aluminum Nitrate Aluminium Nitrat
Al(NO3)3 Al (NO3) 3
Aluminum Phosphate Aluminium Fosfat
AlPO4 AlPO4
Aluminum Sulfate Aluminium Sulfat
Al2(SO4)3 Al2 (SO4) 3
Aluminum Sulfide Aluminium Sulfida
Al2S3 Al2S3
Ammonium Acetate Amonium Asetat
NH4C2H3O2 NH4C2H3O2
Ammonium Bromide Amonium Bromida
NH4Br NH4Br
Ammonium Carbonate Amonium Karbonat
(NH4)2CO3 (NH4) 2CO3
Ammonium Chloride Amonium Klorida
NH4Cl NH4Cl
Ammonium Chromate Amonium Kromat
(NH4)2CrO4 (NH4) 2CrO4
Ammonium Hydroxide Amonium Hidroksida
NH4OH NH4OH
Ammonium Iodide Amonium iodida
NH4I NH4I
Ammonium Nitrate Amonium Nitrat
NH4NO3 NH4NO3
Ammonium Phosphate Amonium Fosfat
(NH4)3PO4 (NH4) 3PO4
Ammonium Sulfate Amonium Sulfat
(NH4)2SO4 (NH4) 2SO4
Ammonium Sulfide Amonium Sulfida
(NH4)2S (NH4) 2S
Barium Acetate Barium Asetat
Ba(C2H3O2)2 Ba (C2H3O2) 2
Barium Bromide Barium Bromida
BaBr2 BaBr2
Barium Carbonate Barium Karbonat
BaCO3 BaCO3
Barium Chloride Barium Klorida
BaCl2 BaCl2
Barium Chromate Barium Kromat
BaCrO4 BaCrO4
Barium Hydroxide Barium Hidroksida
Ba(OH)2 Ba (OH) 2
Barium Iodide Barium iodida
BaI2 BaI2
Barium Nitrate Barium Nitrat
Ba(NO3)2 Ba (NO3) 2
Barium Phosphate Barium Fosfat
Ba3(PO4)2 Ba3 (PO4) 2
Barium Sulfate Barium Sulfat
BaSO4 BaSO4
Barium Sulfide Barium Sulfida
BaS Bas
Calcium Acetate Kalsium Asetat
Ca(C2H3O2)2 Ca (C2H3O2) 2
Calcium Bromide Kalsium Bromida
CaBr2 CaBr2
Calcium Carbonate Kalsium Karbonat
CaCO3 CaCO3
Calcium Chloride Kalsium Klorida
CaCl2 CaCl2
Calcium Chromate Kalsium Kromat
CaCrO4 CaCrO4
Calcium Hydroxide Kalsium Hidroksida
Ca(OH)2 Ca (OH) 2
Calcium Iodide Kalsium iodida
CaI2 CaI2
Calcium Nitrate Kalsium Nitrat
Ca(NO3)2 Ca (NO3) 2
Calcium Phosphate Kalsium Fosfat
Ca3(PO4)2 Ca3 (PO4) 2
Calcium Sulfate Kalsium Sulfat
CaSO4 CaSO4
Calcium Sulfide Kalsium Sulfida
CaS Cas
Copper (II) Acetate Tembaga (II) Asetat
Cu(C2H3O2)2 Cu (C2H3O2) 2
Copper (II) Bromide Tembaga (II) Bromida
CuBr2 CuBr2
Copper (II) Carbonate Tembaga (II) Karbonat
CuCO3 CuCO3
Copper (II) Chloride Tembaga (II) Klorida
CuCl2 CuCl2
Copper (II) Chromate Tembaga (II) Kromat
CuCrO4 CuCrO4
Copper (II) Hydroxide Tembaga (II) Hidroksida
Cu(OH)2 Cu (OH) 2
Copper (II) Iodide Tembaga (II) iodida
CuI2 CuI2
Copper (II) Nitrate Tembaga (II) Nitrat
Cu(NO3)2 Cu (NO3) 2
Copper (II) Phosphate Tembaga (II) Fosfat
Cu3(PO4)2 Cu3 (PO4) 2
Copper (II) Sulfate Tembaga (II) Sulfat
CuSO4 CuSO4
Copper (II) Sulfide Tembaga (II) Sulfida
CuS Cus
Iron (II) Acetate Besi (II) Asetat
Fe(C2H3O2)2 Fe (C2H3O2) 2
Iron (II) Bromide Besi (II) Bromida
FeBr2 FeBr2
Iron (II) Carbonate Besi (II) Karbonat
FeCO3 FeCO3
Iron (II) Chloride Besi (II) Klorida
FeCl2 FeCl2
Iron (II) Chromate Besi (II) Kromat
FeCrO4 FeCrO4
Iron (II) Hydroxide Besi (II) Hidroksida
Fe(OH)2 Fe (OH) 2
Iron (II) Iodide Besi (II) iodida
FeI2 FeI2
Iron (II) NItrate Besi (II) Nitrat
Fe(NO3)2 Fe (NO3) 2
Iron (II) Phosphate Besi (II) Fosfat
Fe3(PO4)2 Fe3 (PO4) 2
Iron (II) Sulfate Besi (II) Sulfat
FeSO4 FeSO4
Iron (II) Sulfide Besi (II) Sulfida
FeS FeS
Iron (III) Acetate Besi (III) Asetat
Fe(C2H3O2)3 Fe (C2H3O2) 3
Iron (III) Bromide Besi (III) Bromida
FeBr3 FeBr3
Iron (III) Carbonate Besi (III) Karbonat
Fe2(CO3)3 Fe2 (CO3) 3
Iron (III) Chloride Besi (III) Klorida
FeCl3 FeCl3
Iron (III) Chromate Besi (III) Kromat
Fe2(CrO4)3 Fe2 (CrO4) 3
Iron (III) Hydroxide Besi (III) Hidroksida
Fe(OH)3 Fe (OH) 3
Iron (III) Iodide Besi (III) iodida
FeI3 FeI3
Iron (III) Nitate Besi (III) Nitate
Fe(NO3)3 Fe (NO3) 3
Iron (III) Phosphate Besi (III) Fosfat
FePO4 FePO4
Iron (III) Sulfate Besi (III) Sulfat
Fe2(SO4)3 Fe2 (SO4) 3
Iron (III) Sulfide Besi (III) Sulfida
Fe2S3 Fe2S3
Magnesium Acetate Magnesium Asetat
Mg(C2H3O2)2 Mg (C2H3O2) 2
Magnesium Bromide Magnesium Bromida
MgBr2 MgBr2
Magnesium Carbonate Magnesium Karbonat
MgCO3 MgCO3
Magnesium Chloride Magnesium Klorida
MgCl2 MgCl2
Magnesium Chromate Magnesium Kromat
MgCrO4 MgCrO4
Magnesium Hydroxide Magnesium Hidroksida
Mg(OH)2 Mg (OH) 2
Magnesium Iodide Magnesium iodida
MgI2 MgI2
Magnesium Nitrate Nitrat Magnesium
Mg(NO3)2 Mg (NO3) 2
Magnesium Phosphate Magnesium Fosfat
Mg3(PO4)2 Mg3 (PO4) 2
Magnesium Sulfate Magnesium Sulfat
MgSO4 MgSO4
Magnesium Sulfide Magnesium Sulfida
MgS MGS
Mercury (I) Acetate Mercury (I) Asetat
HgC2H3O2 HgC2H3O2
Mercury (I) Bromide Mercury (I) Bromida
HgBr HgBr
Mercury (I) Carbonate Mercury (I) Karbonat
Hg2CO3 Hg2CO3
Merucry (I) Chloride Merucry (I) Klorida
HgCl HgCl
Mercury (I) Chromate Mercury (I) Kromat
Hg2CrO4 Hg2CrO4
Merucry (I) Hydroxide Merucry (I) Hidroksida
HgOH HgOH
Mercury (I) Iodide Mercury (I) iodida
HgI HGI
Mercury (I) Nitrate Mercury (I) Nitrat
HgNO3 HgNO3
Mercury (I) Phosphate Mercury (I) Fosfat
Hg3PO4 Hg3PO4
Mercury (I) Sulfate Mercury (I) Sulfat
Hg2SO4 Hg2SO4
Mercury (I) Sulfide Mercury (I) Sulfida
Hg2S Hg2S
Merucry (II) Acetate Merucry (II) Asetat
Hg(C2H3O2)2 Hg (C2H3O2) 2
Mercury (II) Bromide Mercury (II) Bromida
HgBr2 HgBr2
Mercury (II) Carbonate Mercury (II) Karbonat
HgCO3 HgCO3
Merucry (II) Chloride Merucry (II) Klorida
HgCl2 HgCl2
Mercury (II) Chromate Mercury (II) Kromat
HgCrO4 HgCrO4
Mercury (II) Hydroxide Mercury (II) Hidroksida
Hg(OH)2 Hg (OH) 2
Mercury (II) Iodide Mercury (II) iodida
HgI2 HgI2
Mercury (II) Nitrate Mercury (II) Nitrat
Hg(NO3)2 Hg (NO3) 2
Mercury (II) Phosphate Mercury (II) Fosfat
Hg3(PO4)2 Hg3 (PO4) 2
Merucry (II) Sulfate Merucry (II) Sulfat
HgSO4 HgSO4
Mercury (II) Sulfide Mercury (II) Sulfida
HgS HgS
Potassium Acetate Kalium Asetat
KC2H3O2 KC2H3O2
Potassium Bromide Kalium Bromida
KBr KBr
Potassium Carbonate Kalium Karbonat
K2CO3 K2CO3
Potassium Chloride Kalium Klorida
KCl KCl
Potassium Chromate Kalium Kromat
K2CrO4 K2CrO4
Potassium Hydroxide Kalium Hidroksida
KOH KOH
Potassium Iodide Kalium iodida
KI KI
Potassium Nitrate Kalium Nitrat
KNO3 KNO3
Potassium Phosphate Kalium Fosfat
K3PO4 K3PO4
Potassium Sulfate Kalium sulfat
K2SO4 K2SO4
Potassium Sulfide Kalium Sulfida
K2S K2S
Silver Acetate Silver Asetat
AgC2H3O2 AgC2H3O2
Silver Bromide Perak Bromida
AgBr AgBr
Silver Carbonate Silver Karbonat
Ag2CO3 Ag2CO3
Silver Chloride Perak Klorida
AgCl AgCl
Silver Chromate Perak Kromat
Ag2CrO4 Ag2CrO4
Silver Hydroxide Silver Hidroksida
AgOH AgOH
Silver Iodide Perak iodida
AgI AgI
Silver Nitrate Silver Nitrat
AgNO3 AgNO3
Silver Phosphate Silver Fosfat
Ag3PO4 Ag3PO4
Silver Sulfate Silver Sulfat
Ag2SO4 Ag2SO4
Silver Sulfide Silver Sulfida
Ag2S Ag2S
Sodium Acetate Natrium Asetat
NaC2H3O2 NaC2H3O2
Sodium Bromide Natrium Bromida
NaBr NaBr
Sodium Carbonate Sodium Carbonate
Na2CO3 Na2CO3
Sodium Chloride Natrium Klorida
NaCl NaCl
Sodium Chromate Natrium Kromat
Na2CrO4 Na2CrO4
Sodium Hydroxide Sodium Hidroksida
NaOH NaOH
Sodium Iodide Natrium iodida
NaI NaI
Sodium Nitrate Sodium Nitrat
NaNO3 NaNO3
Sodium Phosphate Natrium Fosfat
Na3PO4 Na3PO4
Sodium Sulfate Sodium Sulfat
Na2SO4 Na2SO4
Sodium Sulfide Natrium Sulfida
Na2S Na2S
Zinc Acetate Seng Asetat
Zn(C2H3O2)2 Zn (C2H3O2) 2
Zinc Bromide Seng Bromida
ZnBr2 ZnBr2
Zinc Carbonate Zinc Karbonat
ZnCO3 ZnCO3
Zinc Chloride Seng Klorida
ZnCl2 ZnCl2
Zinc Chromate Seng Kromat
ZnCrO4 ZnCrO4
Zinc Hydroxide Seng Hidroksida
Zn(OH)2 Zn (OH) 2
Zinc Iodide Seng iodida
ZnI2 ZnI2
Zinc Nitrate Nitrat Seng
Zn(NO3)2 Zn (NO3) 2
Zinc Phosphate Seng Fosfat
Zn2(PO4)2 Zn2 (PO4) 2
Zinc Sulfate Seng Sulfat
ZnSO4 ZnSO4
Zince Sulfide Zince Sulfida
ZnS ZnS
Lead (II) Acetate Lead (II) Asetat
Pb(C2H3O2)2 Pb (C2H3O2) 2
Lead (II) Bromide Lead (II) Bromida
PbBr2 PbBr2
Lead (II) Carbonate Lead (II) Karbonat
PbCO3 PbCO3
Lead (II) Chloride Lead (II) Klorida
PbCl2 PbCl2
Lead (II) Chromate Lead (II) Kromat
PbCrO4 PbCrO4
Lead (II) Hydroxide Lead (II) Hidroksida
Pb(OH)2 Pb (OH) 2
Lead (II) Iodide Lead (II) iodida
PbI2 PbI2
Lead (II) Nitrate Lead (II) Nitrat
Pb(NO3)2 Pb (NO3) 2
Lead (II) Phosphate Lead (II) Fosfat
Pb3(PO4)2 Pb3 (PO4) 2
Lead (II) Sulfate Lead (II) Sulfat
PbSO4 PbSO4
Lead (II) Sulfide Lead (II) Sulfida
PbS PbS
Lead (IV) Acetate Timbal (IV) Asetat
Pb(C2H3O2)4 Pb (C2H3O2) 4
Lead (IV) Bromide Timbal (IV) Bromida
PbBr4 PbBr4
Lead (IV) Chromate Timbal (IV) Kromat
Pb(CO3)2 Pb (CO3) 2
Lead (IV) Hydroxide Timbal (IV) Hidroksida
Pb(OH)4 Pb (OH) 4
Lead (IV) Iodide Timbal (IV) iodida
PbI4 PbI4
Lead (IV) Nitrate Timbal (IV) Nitrat
Pb(NO3)4 Pb (NO3) 4
Lead (IV) Phosphate Timbal (IV) Fosfat
Pb3(PO4)4 Pb3 (PO4) 4
Lead (IV) Sulfate Timbal (IV) sulfat
Pb(SO4)2 Pb (SO4) 2
Lead (IV) Sulfide Timbal (IV) Sulfida
PbS2 PbS2
Aluminum Acetate Aluminium Asetat
Al(C2H3O2)3 Al (C2H3O2) 3



Free R Blackadder Cursors at www.totallyfreecursors.com