MAKALAH
PENGARUH SINAR MATAHARI
TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG HIJAU
Oleh :
(02) Ahmad
Sidiq
(05) Ardian
Irfan
(07) Diah
Ayu N
(11) Ferry
Irawan
(18) Renita
Aldea
(19) Reza
Ade M
XII IPA 4
SMA NEGERI
1 KARANGJATI
TAHUN
AJARAN 2014/2015
SEPTEMBER
2015
KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya panjatkan
ke hadirat Tuhan Yang Mahaesa karena rahmat dan kasih-Nya saya berhasil
menyelesaikan makalah sederhana ini yang berjudul “Pengaruh Sinar Matahari
terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas
mata pelajaran Bahasa Biologi.
Makalah sederhana ini terdiri dari lima
bagian. Bagian I berisi pendahuluan yang membahas tentang latar belakang,
permasalahan, hipotesis, tujuan, manfaat, jadwal dan tempat penelitian. Bagian
II berisi landasan teori tentang pengertian, morfologi, pertumbuhan, tahapan,
faktor kacang hijau. Bagian III berisi metode
penelitian yang membahas tentang variabel, alat bahan, langkah-langkah dan
pengambilan data. Bagian IV mengenai pengamatan yang berisi hasil penelitian,
analisa hasil dan materi pembahasan. Bagian V tentang penutup yaitu kesimpulan
dan saran.
Proses penyusunan makalah sederhana
ini banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak terkait. Untuk itu, kami
mengucapkan terimakasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan dengan tulus,
terutama kepada :
1.
Orang tua, yang
memberikan dukungannya.
2.
Bapak
Drs.Ignatius Kardoyo selaku guru Biolog yang telah banyak memberikan masukan
berharga dan sabar dalam membimbing saya selama membuat makalah sederhana ini.
3.
Teman-teman XII
IPA 4 SMA I Karangjati yang selalu memberikan semangat dan membantu untuk
menyelesaikan makalah sederhana ini.
Semoga kebaikan mereka dibalas oleh
Tuhan Yang Mahaesa. Kami berharap makalah sederhana ini bermanfaat bagi pembaca
pada khususnya masyarakat luas pada umumnya.
Karangjati, 07 September 2015
Penulis
ii
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL ......................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 1
1.1
Latar
Belakang ......................................................................................... .... 1
1.2
Permasalahan
............................................................................................ .... 1
1.3
Hipotesis
................................................................................................... .... 1
1.4
Tujuan
............................................................................................................ 1
1.5
Manfaat
Penulisan..................................................................................... .... 1
1.6
Jadwal
Penelitian ....................................................................................... 1
1.7
Tempat
Penelitian
...................................................................................... 1
BAB II LANDASAN TEORI ...................................................................................... .... 2
2.1.... Pengertian Kacang
Hijau........................................................................... .... 2
2.2.... Morfologi
Kacang Hijau ........................................................................... .... 2
2.3.... Agronomi N,P,K
...................................................................................... .... 2
2.4.... Pertumbuhan
dan Perkembangan Tumbuhan............................................ .... 3
2.5 ... Tahapan
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan.............................. .... 3-5
2.6 ... Faktor
Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan........ .... 5-6
2.7.... Kacang Hijau............................................................................................. .... 6-8
BAB III METODE PENELITIAN.............................................................................. .... 9
3.1 ... Variabel .................................................................................................... .... 9
3.2.... Alat dan Bahan.......................................................................................... .... 9
3.3.... Langkah
– Langkah................................................................................... .... 9
3.4.... Cara
Pengambilan Data ............................................................................ .... 9
BAB IV HASIL PENGAMATAN
................................................................................. 10
4.1.... Hasil
Penelitian .......................................................................................... 10
4.2.... Analisa Hasil.............................................................................................. .... 10
4.3 ... Materi
Pembahasan ....................................................................................... 10-11
BAB V PENUTUP........................................................................................................ .... 12
4.1.... Kesimpulan................................................................................................ .... 12
4.2 Kritik dan Saran........................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................
13
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai produsen di muka
bumi ini. Dalam ekosistem terdapat dua macam komponen yang saling
ketergantungan, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. komponen biotik terdiri
dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Sedangkan komponen abiotik antara lain : udara, gas,
angin, cahaya, matahari, dan sebagainya. Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi
misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis.
Hasil fotosintesis dibutuhkan oleh
makhluk hidup lainnya.
Oleh karena itu, kami mengadakan eksperimen
untuk mengetahui apakah benar ada pengaruh sinar matahari terhadap pertumbuhan biji
kacang hijau.
1.2 Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalah yang akan
dibahas dalam makalah ini adalah pengaruh sinar matahari terhadap kecepatan
pertumbuhan biji kacang hijau
1.3 Hipotesis
Sinar
matahari dapat memengaruhi pertumbuhan biji kacang hijau. Perbedaan biji kacang
hijau di tempat gelap dengan biji kacang hijau di tempat terang terdapat pada
ukuran tumbuhan, struktur batang, dll.
1.4 Tujuan
Tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk mengetahui pengaruh sinar matahari terhadap kecepatan
pertumbuhan biji kacang hijau
1.5
Manfaat Penulisan
Agar dapat
mengetahui kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau ditempat gelap dan ditempat
terang, berdasarkan faktor sinar matahari, dan mengetahui proses dari
perkecambahan biji lkacang kedelai tersebut.
1.6 Jadwal Penelitian
Penelitian dilakukan pada tanggal
08-13 Agustus 2015
1.7 Tempat Penelitian
Tempat yang kami gunakan, berada di salah satu rumah kelompok
kami Ahmad Sidiq P.
.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Kacang
Hijau
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman
semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Tanaman ini disebut juga
mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini
diklasifikasikan seperti berikut ini:
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Rosales
Famili : Papilionaceae
Genus : Vigna
Spesies : Vigna radiata atau Phaseolus radiatus
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Rosales
Famili : Papilionaceae
Genus : Vigna
Spesies : Vigna radiata atau Phaseolus radiatus
2.2 Morfologi
Kacang Hijau
Tanaman kacang hijau berbatang tegak
dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya.
Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna
batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu. Daunnya trifoliate
(terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup
panjang, lebih panjang dari daunnya.
Warna daunnya hijau muda sampai hijau
tua. Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada
cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri. Polong kacang hijau berbentuk
silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu
muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat.
Setiap polong berisi 10-15 biji.
Biji
kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya
kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning,
cokelat dan hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang
pada permukaan.
2.3 Agronomi
N,P,K
a. Suplai nitrogen di dalam tanah
merupakan faktor yang sangat penting dalam kaitannya dengan pemeliharaan atau
peningkatan kesuburan tanah. Peranan N terhadap pertumbuhan tanaman adalah
jelas, karena senyawa organik di dalam tanaman pada umumnya mengandung N
anatara lain asam-asam amino, enzim dan bahan lainnya yang menyalurkan enersi
(Nyakpa, 1988).
b. dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Terhadap pertumbuhan tanaman, - adalah dapat merangsang perkembangan perakaran tanaman. Terhadap produksi tanaman, P mempertinggi hasil serta berat bahan kering, bobot biji, memperbaiki kualitas hasil serta mempercepat masa kematangan. Sedangkan pengaruhnya terhadap resistensi penyakit dapat dikatakan bahwa P mempertinggi daya resistensi terhadap serangan penyakit terutama cendawan (Nyakpa, 1988).
c. Kalium di dalam tanaman dapat berfungsi untuk menguatkan jerami tanaman sehingga tanaman tidak mudah rebah. Terhadap produksi tanaman akan mempertinggi hasil produksi dan memperbaiki kualitas hasi. Selanjutnay kalium akan mempertinggi resistensi tanaman terhadap serangan penyakit, terutama terhadap penyakit oleh cendawan (Nyakpa, 1988).
b. dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Terhadap pertumbuhan tanaman, - adalah dapat merangsang perkembangan perakaran tanaman. Terhadap produksi tanaman, P mempertinggi hasil serta berat bahan kering, bobot biji, memperbaiki kualitas hasil serta mempercepat masa kematangan. Sedangkan pengaruhnya terhadap resistensi penyakit dapat dikatakan bahwa P mempertinggi daya resistensi terhadap serangan penyakit terutama cendawan (Nyakpa, 1988).
c. Kalium di dalam tanaman dapat berfungsi untuk menguatkan jerami tanaman sehingga tanaman tidak mudah rebah. Terhadap produksi tanaman akan mempertinggi hasil produksi dan memperbaiki kualitas hasi. Selanjutnay kalium akan mempertinggi resistensi tanaman terhadap serangan penyakit, terutama terhadap penyakit oleh cendawan (Nyakpa, 1988).
2.4 Pertumbuhan Dan Perkembangan
Tumbuhan
Perkembangan dan pertumbuhan merupakan
hal yang berbeda pada semua makhluk, termasuk tanaman. Perkembangan merupakan
seuatu proses pendewasaan di mana hal ini tidak dapat diukur (perkembangan
kualitatif). Pada sel-sel, sel berkembang sesuai spesialisasi mereka
masing-masing (berkembang dan terstruktur sesuai fungsi masing-masing). Berbeda
dengan itu, pertumbuhan merupakan sesuatu yang dapat di ukur seperti tinggi,
panjang, lebar, dll (Kuantitatif). Pertumbuhan merupakan sesuatu yang irreversible atau
tidak dapat dibalik maupun ulang. Pada sel, hal ini dapat dilihat pada
pembesaran sel (mitosis).
Pada sel yang berkembang akan
terjadi 3 dalam tahap, yaitu pembelahan sel (cleavage), morfogenesis, dan
diferensiasi sel. Pembelahan sel merupakan tahap duplikasi sel menjadi banyak
dan menjadi salah satu faktor utama perkembangan. Perkembangan oleh pembelahan
sel dimulai sejak zigot (pada manusia) menjadi jaringan embrional hingga
menjadi manusia, sedangkan pada tumbuhan, dimulai dari zigot pada bakal biji
menjadi kotiledon, akar, dll. Morfogenesis merupakan perkembangan bentuk,
seperti biji berkecambah, akar menjadi sistem akar, dan tunas menjadi tunas
tumbuhan. Differensiasi sel merukapan proses di mana sel dijadikan memiliki
fungsi-fungsi biokimia dan morfologi khusus, seperti embrio yang berkembang dan
memiliki struktur dan fungsi khusus saat dewasa.
Pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan tumbuhan dibagi menjadi perkembangan bakal biji & bakal buah,
perkecambahan, dan pertumbuhan.
2.5 Tahapan Pertumbuhan Dan Perkembangan
Tumbuhan
a. Tahap Awal
Pertumbuhan
Pertumbuhan
pada biji telah dimulai pada saat proses fisika, kimia, dan biologi mulai
berlangsung. Mula-mula terjadi proses fisika saat biji melakukan imbibisi atau
penyerapan air sampai biji ukurannya bertambah dan menjadi lunak. Saat air
masuk ke dalam biji, enzim-enzim mulai aktif sehingga menghasilkan berbagai
reaksi kimia. Kerja enzim ini antara lain, mengaktifkan metabolisme di dalam
biji dengan mensintesis cadangan makanan sebagai persediaan cadangan makanan
pada saat perkecambahan berlangsung yang dipakai untuk berkecambah.
b. Perkecambahan
Perkecambahan
adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil
pertumbuhan dan perkembangan embrio. Pada perkembangan embrio saat berkecambah,
bagian plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, sedangkan radikula menjadi
akar. Tipe perkecambahan ada dua macam, tipe itu sebagai berikut.
Tipe
perkecambahan di atas tanah (Epigeal), Tipe ini terjadi, jika plumula muncul di
atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tetap berada di dalam
tanah. Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal) Tipe ini terjadi, jika
plumula dan kotiledon muncul di atas permukaan tanah.
Makanan
untuk pertumbuhan embrio diperoleh dari cadangan makanan karena belum
terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil
makanan diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh
dari endosperm.
c. Pertumbuhan Primer
Setelah
fase perkecambahan, diikuti pertumbuhan tiga sistem jaringan meristem primer yang
terletak di akar dan batang. Pada fase ini tumbuhan membentuk akar, batang, dan
daun. Tiga sistem jaringan primer yang terbentuk sebagai berikut.
o Protoderm, yaitu lapisan terluar yang akan membentuk jaringan
epidermis.
o Meristem dasar yang akan berkembang menjadi jaringan dasar yang
mengisi lapisan korteks pada akar di antara style dan epidermis.
o Prokambium, yaitu lapisan dalam yang akan berkembang menjadi
silinder pusat, yaitu floem dan xilem.
Ø
Pertumbuhan
primer pada akar
Akar muda yang keluar dari biji segera masuk ke dalam tanah, selanjutnya membentuk sistem perakaran tanaman. Pada ujung akar yang masih muda, terdapat empat daerah pertumbuhan sebagai berikut.
a) Tudung akar (kaliptra)
Tudung akar atau kaliptra berfungsi sebagai pelindung terhadap benturan fisik ujung akar terhadap tanah sekitar pertumbuhan. Fungsi lain ujung akar, yaitu memudahkan akar menembus tanah karena tudung akar dilengkapi dengan sekresi cairan polisakarida. Perbedaan antara tudung akar dikotil dan monokotil sebagai berikut :
Akar muda yang keluar dari biji segera masuk ke dalam tanah, selanjutnya membentuk sistem perakaran tanaman. Pada ujung akar yang masih muda, terdapat empat daerah pertumbuhan sebagai berikut.
a) Tudung akar (kaliptra)
Tudung akar atau kaliptra berfungsi sebagai pelindung terhadap benturan fisik ujung akar terhadap tanah sekitar pertumbuhan. Fungsi lain ujung akar, yaitu memudahkan akar menembus tanah karena tudung akar dilengkapi dengan sekresi cairan polisakarida. Perbedaan antara tudung akar dikotil dan monokotil sebagai berikut :
·
Pada
tudung akar dikotil, antara ujung akar dengan kaliptra tidak terdapat batas
yang jelas dan tidak memiliki titik tumbuh pada kaliptra tersebut.
·
Pada
tudung akar monokotil, antara ujung akar dan kaliptra terdapat batas yang jelas
atau nyata dan mempunyai titik tumbuh tersendiri yang disebut kaliptrogen.
Sel-sel kaliptra yang dekat dengan ujung akar mengandung butir-butir tepung
yang disebut kolumela.
b)
Meristem
Meristem merupakan bagian dari ujung akar yang selnya senantiasa mengadakan pembelahan secara mitosis. Meristem ini terletak di belakang tudung akar. Pada tumbuhan dikotil, sel-sel tudung akar yang rusak akan digantikan oleh sel-sel baru yang dihasilkan oleh sel-sel me-ristem primer dari perkembangan sel-sel meristem apikal.
c) Daerah pemanjangan sel
Daerah pemanjangan sel terletak di belakang daerah meristem. Sel-sel hasil pembelahan meristem tumbuh dan berkembang memanjang pada daerah ini. Aktivitas pertumbuhan dan perkembangan memanjang dari sel mengakibatkan pembelahan sel di daerah ini menjadi lebih lambat dari bagian lain. Pemanjangan sel tersebut berperan penting untuk membantu daya tekan akar dan proses pertumbuhan memanjang akar.
d) Daerah diferensiasi
Pada daerah ini, sel-sel hasil pembelahan dan pemanjangan akan mengelompok se-suai dengan kesamaan struktur. Sel-sel yang memiliki kesamaan struktur, kemudian akan memperoleh tugas membentuk jaringan tertentu.
Meristem merupakan bagian dari ujung akar yang selnya senantiasa mengadakan pembelahan secara mitosis. Meristem ini terletak di belakang tudung akar. Pada tumbuhan dikotil, sel-sel tudung akar yang rusak akan digantikan oleh sel-sel baru yang dihasilkan oleh sel-sel me-ristem primer dari perkembangan sel-sel meristem apikal.
c) Daerah pemanjangan sel
Daerah pemanjangan sel terletak di belakang daerah meristem. Sel-sel hasil pembelahan meristem tumbuh dan berkembang memanjang pada daerah ini. Aktivitas pertumbuhan dan perkembangan memanjang dari sel mengakibatkan pembelahan sel di daerah ini menjadi lebih lambat dari bagian lain. Pemanjangan sel tersebut berperan penting untuk membantu daya tekan akar dan proses pertumbuhan memanjang akar.
d) Daerah diferensiasi
Pada daerah ini, sel-sel hasil pembelahan dan pemanjangan akan mengelompok se-suai dengan kesamaan struktur. Sel-sel yang memiliki kesamaan struktur, kemudian akan memperoleh tugas membentuk jaringan tertentu.
2) Pertumbuhan Primer pada Batang
Pertumbuhan dan perkembangan primer pada batang meliputi daerah pertumbuhan (titik tumbuh), daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi. Meristem apikal pada batang dibentuk oleh sel-sel yang senantiasa membelah pada ujung tunas yang biasa disebut kuncup. Di dalam kuncup, ruas batang dan tonjolan daun kecil (primordia) memiliki jarak sangat pendek karena jarak internodus (antarruas) sangat pendek. Pertumbuhan, pembelahan, dan pemanjangan sel terjadi di dalam internodus.
Pertumbuhan dan perkembangan primer pada batang meliputi daerah pertumbuhan (titik tumbuh), daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi. Meristem apikal pada batang dibentuk oleh sel-sel yang senantiasa membelah pada ujung tunas yang biasa disebut kuncup. Di dalam kuncup, ruas batang dan tonjolan daun kecil (primordia) memiliki jarak sangat pendek karena jarak internodus (antarruas) sangat pendek. Pertumbuhan, pembelahan, dan pemanjangan sel terjadi di dalam internodus.
4) Pertumbuhan Sekunder
Setelah meristem primer membentuk jaringan permanen, kemudian meristem sekunder mengalami pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan dikotil, yaitu pembentukan kambium yang terbentuk dari parenkim atau kolenkim.
Setelah meristem primer membentuk jaringan permanen, kemudian meristem sekunder mengalami pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan dikotil, yaitu pembentukan kambium yang terbentuk dari parenkim atau kolenkim.
Jika sel kambium membelah ke arah
luar, akan membentuk sel floem, sebaliknya jika sel kambium membelah ke arah
dalam akan membentuk xilem. Xilem dan floem yang terbentuk dari aktivitas
kambium disebut xylem sekunder dan floem sekunder. Pertumbuhan xilem dan floem
tersebut menyebabkan batang bertambah besar dan terbentuk lingkaran tahun yang
dipengaruhi oleh aktivitas pada musim kemarau dan musim penghujan.
2.6 Faktor Mempengaruhi Pertumbuhan Dan
Perkembangan Tumbuhan
Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam lingkungannya. Pengaruh ini dapat datang dari luar maupun dalam tanaman yang mengalami pertumbuhan itu sendiri.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam lingkungannya. Pengaruh ini dapat datang dari luar maupun dalam tanaman yang mengalami pertumbuhan itu sendiri.
Ø Faktor
Luar (Eksternal)
Faktor
luar dapat dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, air, kelembapan, dan cahaya. Makanan
merupakan sumber energi serta materi untuk menghasilakan berbagai komponen sel.
Tanaman membutuhkan 9 makroelemen (unsur mineral) atau bahan organic, yaitu:
karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalsium, kalium, dan
magnesium.
Jika
tanaman tidak mendapat unsur-unsur tersebut sesuai keperluan, pertumbuhan
tanaman dapat terganggu dan bahkan tanaman dapat mati.
Air merupakan senyawa yang sangat dibutuhkan tanaman. Air
sering digunakan untuk fotosintesis, menjaga kelembapan, serta mengaktifkan enzim
agar terjadi reaksi enzimatik.
Kelembapan juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanah serta
udara yang lembab sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Hal ini disebabkan
oleh banyaknya air yang dapat diserap serta pengurangan penguapan.
Cahaya dapat menghambat pertumbuhan, tetapi merupakan hal
yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman. Cahaya jika terkena pada batang
tumbuhan dapat mengurangi auksin, tetapi cahaya juga merangsang pembungaan pada
tanaman tertentu. Salah satu hormone yang dipengaruhi oleh cahaya adalah hormon
fitokrom. Hormon fitokrom adalah protein dengan kromatofora yang mirip dengan
fikosianin. Tumbuhan dibedakan menjadi 3 jenis menurut fotoperiodismenya:
a. Tumbuhan hari pendek, contohnya aster, krisan, dan
dahlia.
b. Tumbuhan hari panjang, contohnya bayam, kentang, dan
gandum.
c. Tumbuhan hari netral, contohnya mawar, bunga matahari,
dan kapas.
Ø Faktor
Dalam (Internal)
Farktor
internal merupakan pengaruh yang terjadi dari dalam tanaman. Pengaruh ini dapat
berupa genetik maupun fisiologis. Pengaruh oleh gen sudah sangat jelas dalam
tanaman. Sebuah tanaman akan bertumbuh sesuai dengan gen dari dalam dirinya
yang diturunkan oleh induk tanaman tersebut (faktor hereditas). Berbeda dengan
itu, faktro fisiologis meliputi enzim (sebagai biokatalisator untuk mempercepat
reaksi metabolisme), vitamin, dan hormon.
Hormon
yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman ada beberapa dan dibagi menjadi 2
kelompok, yang memicu pertumbuhan serta yang menghambat pertumbuhan.
v
Pemicu
Pertumbuhan
Hormon
yang dapat memicu pertumbuhan terdiri dari auksin, giberelin, kalin, dan
sitokinin.
Ø
Hormon
auksin berperan dalam pemanjangan, pembelahan, dan diferensiasi sel. Selain itu
pada buah tanpa biji (partenokarpi), hormone ini berpengaruh dalam pengguguran
daun peran dalam dominansi apical. Proses ini disebut sebagai absisi.
Ø
Hormon
giberilin memiliki peran dalam perkecambahan dan perkembangan embrio. Giberilin
juga membantu pembentukan biji dan buah. Hal penting lainnya mengenai hormone
ini ialah hormone ini bersinergis (bekerja sama) dengan auksin.
Ø
Hormon
etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Akan tetapi, jika
jumlah etilen melebihi jumlah hormone auksin dan giberilin, penghambatan
terhadap pembentukan organ tumbuhan justru terjadi. Hal unik dari etilen
adalah, jika hormone ini bekerja sama dengan auksin, dapat mempercepat
pembentukan bunga.
Ø
Hormon
sitokinin berperan dalam sitokinesis. Beberapa fungsi dari sitokinin adalah
·
Merangsang
bentuk akar serta cabang dan batang serta cabang-cabangnya juga.
·
Mengatur pertumbuhan
daun dan pucuk.
·
Berperan
dalam perbesaran daun muda.
·
Mengatur
pembentukan bunga dan buah.
·
Penghambat
penuaan tanaman. Hal ini dilakukan dengan cara merangsang proses transportasi
garam-garam mineral dan asam amino ke daun.
v
Penghambat
Pertumbuhan
Ø
Hormon
penghambat pertumbuhan terdiri dari asam absisat, kalin, asam traumalin, dan
gas etilen.
Ø
Asam
absisat merupakan inhibitor yang adalah antagonis dengan auksin dan giberelin.
Ø
Asam
Absisat juga berperan dalam penuaan tanaman.
Ø
Hormon
kalin dapat menghambat dalam organogenesis. Hormon ini juga dibagi menjadi 4
sesuai hambatan yang dilakukan:
§ Rizokalin: pembentukan akar.
§ Kaulokalin: pembentukan batang.
§ Filokalin: pembentukan daun.
§ Antokalin: pembentukan bunga.
Ø
Asam
traumalin dapat menghambat regenerasi sel dalam tanaman. Hal ini menyebabkan
tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan baik dan dapat mati.
2.7 Kacang Hijau
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Kacang hijau memiliki nama latin Vigna radiata dan termasuk ke dalam familiF abaceae.
Kacang hijau masih bersaudara dengan kacang panjang, kacang polong dan kacang kedelai.
Di Indonesia, kacang hijau biasa dikonsumsi dan diolah menjadi bubur. Makanya
dikenal dengan nama bubur kacang ijo, yang isinya merupakan campuran antara
kacang hijau, santan dan gula serta beras ketan hitam.
Kacang hijau memiliki kandungan
nutrisi yang luar biasa. Bahkan dikenal sebagai makanannya para tentara agar
kebutuhan nutrisinya terpenuhi, fisiknya kuat dan otaknya cerdas. Oke berikut
ini merupakan penjelasan mengenai kandungan nutrisi dan manfaat kacang hijau
untuk kesehatan.
Sebagai salah satu sumber makanan
yang baik untuk kesehatan, kacang hijau mengandung berbagai nutrisi penting
yang dibutuhkan tubuh.
Kacang hijau mengandung asam folat
sebesar 159 µg/100 gr dan vitamin B1 sebesar 0,2 mg/100 gr. Tidak hanya itu,
kacang hijau juga dilengkapi dengan riboflavin, B6, asam pantothenat, serta
niasin, yang berguna membantu fungsi metabolisme dan organ tubuh.
Ø Sumber Mineral
Kacang hijau kaya akan mineral. Dalam 100 gram kacang hijau terdapat potasium (266 mg), fosfor (99 mg), mangan (48 mg), kalsium (27 mg), magnesium (0,3 mg), zat besi (1,4 mg), zinc (0,8 mg), selenium (2,5 µg).
Kacang hijau kaya akan mineral. Dalam 100 gram kacang hijau terdapat potasium (266 mg), fosfor (99 mg), mangan (48 mg), kalsium (27 mg), magnesium (0,3 mg), zat besi (1,4 mg), zinc (0,8 mg), selenium (2,5 µg).
Ø Kaya Protein
Kacang hijau bisa menjadi sumber protein alternatif bagi para vegetarian. Kandungan protein dalam setiap 100 gr kacang hijau sebesar 7 gr protein. Protein dalam kacang hijau memiliki profil asam amino lengkap dan dapat diserap tubuh lebih cepat. Protein berguna dalam membantu pembentukan sel-sel otot, mempercepat pemulihan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu Anda kenyang lebih lama.
Kacang hijau bisa menjadi sumber protein alternatif bagi para vegetarian. Kandungan protein dalam setiap 100 gr kacang hijau sebesar 7 gr protein. Protein dalam kacang hijau memiliki profil asam amino lengkap dan dapat diserap tubuh lebih cepat. Protein berguna dalam membantu pembentukan sel-sel otot, mempercepat pemulihan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu Anda kenyang lebih lama.
Ø Kaya Serat
Kandungan serat dalam 100 gr kacang hijau sebesar 7,6 gr serat. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 persen. Serat bermanfaat dalam menjaga fungsi saluran cerna, mencegah sembelit, dan membantu menurunkan kolesterol.
Kandungan serat dalam 100 gr kacang hijau sebesar 7,6 gr serat. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 30 persen. Serat bermanfaat dalam menjaga fungsi saluran cerna, mencegah sembelit, dan membantu menurunkan kolesterol.
Ø Kaya Omega-3
Kacang hijau juga diperkaya dengan Omega-3 sebesar 0,9 mg/100gr dan Omega-6 sebesar 119 mg/100gr. Seperti kita ketahui bahwa asam lemak esensial ini berguna untuk menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.
Kacang hijau juga diperkaya dengan Omega-3 sebesar 0,9 mg/100gr dan Omega-6 sebesar 119 mg/100gr. Seperti kita ketahui bahwa asam lemak esensial ini berguna untuk menurunkan kolesterol dan menjaga kesehatan jantung.
Kandungan nutrisi lengkap yang
terkandung dalam kacang hijau, menjadikan makanan ini sebagai sumber makanan
dengan segudang manfaat kesehatan, antara lain:
·
Membantu Penyerapan Nutrisi
Penelitian
mengungkapkan bahwa kekurangan vitamin B1 menyebabkan metabolisme melambat
sehingga proses penyerapan nutrisi dari makanan tidak berjalan maksimal.
Kandungan vitmin B1 dan enzim-enzim aktif pada kacang hijau dapat memperbaiki
kondisi ini dengan meningkatkan penyerapan nutrisi dan metabolisme tubuh.
·
Mencegah Penyakit Jantung
Kacang hijau mengandung serat tinggi yang berfungsi membersihkan saluran pencernaan, meningkatkan gerak peristaltik usus sehingga mengurangi waktu kotoran menumpuk di dalam usus, serat juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga efektif untuk mencegah penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.
Kacang hijau mengandung serat tinggi yang berfungsi membersihkan saluran pencernaan, meningkatkan gerak peristaltik usus sehingga mengurangi waktu kotoran menumpuk di dalam usus, serat juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga efektif untuk mencegah penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.
·
Mencegah Anemia
Diperkaya dengan zinc dan zat besi menjadikan kacang hijau sebagai makanan pilihan untuk mengatasi anemia, membantu keseimbangan hormon dan sistem kelenjar, serta menjaga metabolisme tubuh. Membantu Pertumbuhan. Kacang hijau mengandung protein lengkap yang membantu pertumbuhan dan pembentukan sel-sel tubuh, yaitu sel-sel organ, otot, dan otak. Mengingat begitu banyaknya kandungan nutrisi dalam kacang hijau serta khasiatnya bagi kesehatan, tidak salah bila memasukkan kacang hijau dalam menu harian.
Diperkaya dengan zinc dan zat besi menjadikan kacang hijau sebagai makanan pilihan untuk mengatasi anemia, membantu keseimbangan hormon dan sistem kelenjar, serta menjaga metabolisme tubuh. Membantu Pertumbuhan. Kacang hijau mengandung protein lengkap yang membantu pertumbuhan dan pembentukan sel-sel tubuh, yaitu sel-sel organ, otot, dan otak. Mengingat begitu banyaknya kandungan nutrisi dalam kacang hijau serta khasiatnya bagi kesehatan, tidak salah bila memasukkan kacang hijau dalam menu harian.
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1
Variabel
Ø Variabel bebas adalah Cahaya matahari.
Ø Variabel terikat adalah Kacang Hijau.
Ø Variabel terkendali adalah kacang hijau yang di tanam di
tempat gelap dan tempat terang.
3.2 Alat dan
Bahan
Ø gelas bekas aqua
Ø Biji kacang hijau
Ø Tanah
Ø Air
Ø Kardus
Ø Penggaris
Ø Bolpoin
3.3 Langkah-langkah
1.
Menyiapkan
alat dan bahan
2.
Memasukkan
tanah ke dalam aqua
3.
Menanam
biji kacang hijau ke dalam aqua yang berisi tanah
4.
Memisahkan
kecambah A ( gelap ) dan kecambah B ( terang ) ke tempat gelap (tempat yang
tertutup/ditutupi dengan kardus) dan terang (terbuka,terkena sinar matahari)
5.
Menyiram
rutin bakal kecambah biji kacang hijau
6.
Menunggu
selama 2 hari sampai biji berkecambah
7.
Kemudian
mengukur pertumbuhan kecambah setiap hari selama 3 hari berturut – turut dan
memasukkan data ke tabel pengamatan.
3.4 Cara
Pengambilan Data
Cara pengambilan data dalam metode
penelitihan yang kami lakukan dengan cara mengamati pertumbuhan kacang hijau
setiap hari dan mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada pertumbuhan
perkecambahan biji kacang hijau atau peningkatan pertumbuhan kacang hijau di
setiap harinya
BAB
IV
HASIL
PENGAMATAN
4.1
Hasil Penelitian
Tabel Pengamatan
Potongan
|
Kecambah
|
Hari ke
|
Rata-rata
|
||
1
|
2
|
3
|
|||
A
(Gelap)
|
1
|
0,5 cm
|
2 cm
|
6 cm
|
2,67 cm
|
2
|
1,2 cm
|
3 cm
|
8,5 cm
|
4, 23 cm
|
|
3
|
1 cm
|
2,7 cm
|
8 cm
|
6,36 cm
|
|
B
(Terang)
|
1
|
0,1 cm
|
1,2 cm
|
3,5 cm
|
1,6 cm
|
2
|
0,3 cm
|
1,7 cm
|
4 cm
|
2 cm
|
|
3
|
0,1 cm
|
1,2 cm
|
3,5 cm
|
1,6 cm
|
4.2 Analisa
Hasil
Jadi rata-rata tumbuhan diruang gelap yaitu
1.
2,67 cm
2.
4,23 cm
3.
6,36 cm
Jadi rata-rata tumbuhan diruang terang
yaitu
1.
1,6 cm
2.
6 cm
3.
1,6 cm
4.3 Materi Pembahasan
Ø Diskusi Soal!
1)
Sebutkan
3 ciri berkecambah pada pot A dan pot B?
2)
Bagaimana
kecepatan pertumbuhan kecambah pada pot
A dan pot B?
3)
Mengapa
demikian?
4)
Sebutkan
faktor-faktor yang memengaruhi perkecambahan pada percobaan tersebut?
5)
Jelaskan
proses terjadinya perkecambahan?
6)
Apa
yang dimaksud
a.
Tipe
perkecambahan EPIGEAL
b.
Tipe
perkecambahan HIPOGEAL
7)
Termasuk
tipe yang mana percobaan yang anda lakukan, mengapa demikian?
Ø Jawaban!
1) A. Pot A (gelap)
-
Akar
mulai menembus tanah dan sebagai plamula mulai tampak
-
Tanaman
tidak bisa tegak (batang), melainkan melengkung.
-
Daun
masih mengatup, tampak layu, dan tidak segar, serta berwarna kekuning-kuningan
dan agak pucat.
-
Hal ini
terjadi karena tanaman tidak mendapat sinar matahari sama sekali sehingga
tanaman tidak mampu menghasilkan karbohidrat untuk pembentukkan klorofil
B. Pot B
(terang)
- Daun
lebih lebar dan tebal berwarna hijau segar serta mengarah ke
matahari
- Batangnya
lebih besar dan kokoh
- Akar
lebih lebar dan menancap kokoh
2) Pot A yang gelap pertumbuhan batang lebih cepat daripada pot B yang
terang.
3) Karena tanaman kacang hijau yang mendapatkan sedikit
sinar matahari / diletakkan di tempat redup pertumbuhannya berjalan normal.
Tanaman nampak segar karena mendapatkan cukup sinar matahari. Daun tanaman
tersebut berwarna hijau tua. Pertumbuhannya berjalan normal ke atas. Hormon
auksin pada tanaman ini berjalan dengan normal yang mengakibatkan tidak terlalu
tinggi. Daun juga mendapatkan cukup sinar matahari untuk pembentukan
klorofil dari karboidrat. Dengan demikian, sinar matahari sangat berpengaruh
terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Dan tumbuhan yang tidak di beri air
tidak tumbuh.
4) - Cahaya matahari
- Suhu
- Kadar air
- Oksigen
- Kelembapan
- Nutrein
- pH medium (tingkat keasaman) / derajat tanah
5) Perkecambahan adalah proses, pertumbuhan embrio dan
komponen-komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal
menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang
terdapat didalam biji, misalnya radikula dan plumula. perkecambahan
adalah proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini
adalah munculnya tumbuhan kecil dari biji dimana plamula tumbuh dan berkembang
menjadi batang, dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar. Pertumbuhan
pada biji berhubungan dengan aspek kimiawi, diantaranya ; imbibisi, sekresi
hormone, dan enzim, hidrolisis cadangan makanan, pengiriman bahan makanan
terlarut, dan hormon kedaerah titik tumbuh, atau daerah lainnya.
6)
a.Tipe perkecambahan EPIGEAL
ciri perkecambahan ini; terangkatnya kotiledon dan plamula ke
permukaan tanah. Pemanjangan terjadi pada bagian hipokotil (ruas batang dibawah
kotiledon) perkecambahan ini umumnya terjadi pada biji tanaman Decotyledoneae
(kecuali kacang kapri) contoh; kacang hijau, kacang kedelai, kapas.
b.Tipe perkecambahan HIPOGEAL
ciri perkecambahan ini; tertinggalnya kotiledon didalam tanah.
Pemanjangan terjadi pada epikotil ( ruas batang diatas kotiledon) umumnya
terjadi pada biji Monocotyleddoneae, contoh; jagung, padi, dan Dicotyledoneae
yaitu hanya kacang kapri.
7) Epigeal, karena kotiledonnya diatas permukaan
tanah.
BAB
V
PENUTUP
1.1
Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang kami
lakukan pada kedua media tersebut selama lima hari, ternyata terjadi perubahan
panjang dari hari ke harinya, semua tumbuhan biji kacang hijau bervariasi,
faktor dari luar dan dalam misalkan; cahaya, suhu, kelembaban dll. Jika faktor
pendukung itu sesuai maka, proses perkecambahan biji kacang hijau akan berjalan
normal tetapi jika kurang maka proses perkecambahan biji kacang hijau akan
terhambat.
Jadi tanaman yang ditanam pada
bagian gelap, pertumbuhan batang lebih cepat, sedangkan pada bagian terang
pertumbuhan daun lebih cepat.
1.2
Kritik
dan Saran
Semoga para pembaca bisa mengerti dan memahami isi dari
makalah kami. Dan bisa merefrensikan dengan tepat dan benar.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Ø PrawironNarto,slamet.2004.Sains Biologi 1A.Jakarta:PT Bumi
Aksara
Ø Ø Istamar syamsuri,dkk.2004.Biologi untuk SMA Kelas X.Jakarta
:Erlangga
Ø Ø Istamar syamsuri,dkk.2006.Biologi untuk SMA Kelas XII.Jakarta :
Erlangga
Ø Ø Skhyono,1999.Seribu Pena Biologi SMU Kelas 1.Jakarta:Erlangga
Ø Ø Siti,laila.2004.Biologi Sains dalam
Kehidupan Kelas 1 SMA.Jakarta : Yudistira
Ø Ø Zhamal,
2008. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan Biji Kacang Hijau.
Ø http://catatanzhamal.blogspot.com/
Ø Ø Dayat,2009.Makalah
Biologi Tentang Penelitian Kacang Hijau. http://darkshadow-dayat.blogspot.com/
Ø Ø S,
H. Soeprapto.1993. Bertanam Kacang Hijau. Penebar Swadaya : Jakarta.
Ø Ø Tjirosoepomo,
Gembong. 2004. Taksonomi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan saran yang bersifat membangun akan saya terima dengan hati terbuka :*